Singapura, yang secara tradisional kuat dalam manufaktur chip, kini berfokus pada pengembangan chip khusus Kecerdasan Buatan (AI) oleh startup lokal yang berani menantang dominasi pemain besar seperti Nvidia dan AMD. Chip ini dirancang untuk pemrosesan AI yang sangat spesifik, seperti inferensi edge computing untuk perangkat IoT dan kendaraan otonom.
Keunggulan chip AI Singapura terletak pada efisiensi daya dan ukuran yang ringkas. Mereka berfokus pada desain chiplet modular yang dapat disesuaikan untuk berbagai aplikasi, mulai dari pemrosesan bahasa alami hingga visi komputer untuk sistem keamanan kota pintar, menjadikannya solusi hemat biaya dan energi.
Strategi ini memungkinkan mereka menghindari persaingan langsung di pasar GPU umum berkinerja tinggi, melainkan fokus pada pasar niche yang membutuhkan solusi kecil dan terintegrasi di perangkat akhir (edge). Mereka mengeksploitasi celah pasar yang ditinggalkan oleh pemain besar.
Dukungan pemerintah melalui program investasi dan inkubator telah memicu lonjakan inovasi ini. Startup diuntungkan dari akses ke talenta teknik yang terampil dan kemitraan erat dengan lembaga penelitian terkemuka di universitas lokal, menciptakan ekosistem penelitian yang kuat.
Jika berhasil, chip AI khusus ini dapat mengubah lanskap hardware AI, memberikan solusi yang lebih terjangkau dan efisien bagi industri di Asia Tenggara. Singapura memposisikan dirinya tidak hanya sebagai produsen, tetapi sebagai perancang intelektual properti (IP) semikonduktor masa depan.

