EKSKLUSIF (Nama Pakar): “Resep RI: Jangan Ikut ‘Sakit’, Jadilah ‘Apotek’-nya!”

EKSKLUSIF (Nama Pakar): “Resep RI: Jangan Ikut ‘Sakit’, Jadilah ‘Apotek’-nya!”

0 0
Read Time:54 Second

Ekonomi global lagi ‘meriang’. Inflasi ‘naik-turun’, perang gak jelas, rantai pasok ‘batuk-batuk’. Dunia lagi ‘sakit’. Kami (The Future Economist) duduk bareng (Nama Pakar) untuk nanya: “Indonesia harus gimana?”

“Lihat, dunia ini lagi ‘mabuk’ utang dan ‘kecanduan’ stimulus murah,” kata (Nama Pakar). “Sekarang lagi ‘sakaw’-nya. Yang realistis aja, 2-3 tahun ke depan gak bakal gampang. Slowdown itu pasti.”

“Tapi, Indonesia itu ‘unik’. Kita gak perlu ikut ‘sakit’. Resep kita: jangan jadi ‘pasien’, jadilah ‘apotek’-nya,” lanjutnya. “Dunia ‘sakit’ butuh apa? Energi bersih (Green), pangan (Food), dan bahan baku baterai (Nikel). Kita punya semua! Fokus ke sana!”

“Resep ini gak gratis,” tutup (Nama Pakar). “Syaratnya cuma satu: ‘dapur’ di dalem (politik, hukum) harus stabil. Investor bule itu gak takut ‘hantu’, mereka takut ‘ketidakpastian hukum’. Benahi itu, dan RI jadi ‘apotek’ dunia.”

Intisari:

  1. (Nama Pakar) menyebut ekonomi global ‘sakit’ karena ‘sakaw’ stimulus/utang (pasti slowdown).
  2. Resep untuk RI: jangan jadi ‘pasien’, tapi jadi ‘apotek’ (penyedia) kebutuhan dunia.
  3. Fokus utama RI: Energi Hijau, Pangan, dan Bahan Baku Baterai (Nikel).
  4. Syarat mutlak: stabilitas politik dan kepastian hukum di dalam negeri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%